Mengenal Lebih Dekat Masjid Sultan, Masjid Tertua di Singapura


Wisata ke Singapura tidak selalu tentang belanja. Ada saatnya kita menikmati wisata religi di negara Singa ini. Tujuan wisata di Singapura kali ini yaitu Masjid Sultan. Masjid Sultan adalah masjid tertua di Singapura yang didirikan sekitar tahun 1824 yang lokasinya di Kampong Glam.

Menurut sejarah, awalnya Singapura dikuasai oleh Temenggong Abdul Rahman dan Sultan Hussain Shah dari Johor sebelum dikuasai Inggris. Walaupun sudah diambil alih oleh Inggris tapi Inggris masih memperbolehkan keduanya untuk menguasai pemerintahan di Singapura dengan diberikannya gaji tahunan dan hak tinggal di Kampong Glam.

Saat itu Inggris memperuntukan kawasan Kampong Glam dan sekelilingnya untuk orang Melayu yang beragama Islam. Disinilah Sultan Hussain membangun istana dan membawa kerabatnya dari Riau untuk mendiaminya. Selain dari Riau pengikut Temenggong Abdul Rahman dan Sultan Hussain yang berasal dari Melaka juga Sumatra dibawa juga untuk tinggal disana.

Di sebelah istananya dibangunlah sebuah masjid, yang kemuadian Masjid ini terkenal dengan nama Masjid Sultan dan sejak tahun 1975 ditetapkan sebagai Monumen Kebangsaan Singapura.

Pantas saja di sekitar Masjid Sultan banyak sekali rumah makan Melayu sehingga saya tidak sulit mencari makan. Pokoknya Singapura rasa Indonesia.

 Rumah Makan Minang di depan Masjid Sultan

Ada perasaan bangga ketika saya bisa menginjakan kaki di Masjid Sultan. Selain tempat beribadah, Masjid Sultan juga dijadikan tujuan wisata, walaupun tidak beragama Islam, para pengunjung diperbolehkan mengenal Islam lebih dekat tapi tetap ada batas sucinya. Artinya, para pengunjung yang tidak beragama Islam bisa menikmati Masjid Sultan dari luar. 

Pengunjung yang tidak beragama Islam tetap menghargai batas suci

Jika pakaian sobat tidak menutup aurat, tidak usah khawatir. Pengurus masjid sudah menyediakan pakaian penutup aurat yang kemudian sobat bisa meminjamnya dan itu gratis, free.

Tempat peminjaman pakaian penutup aurat di Masjid Sultan

Bagi yang beragama Islam dan ingin shalat di Masjid Sultan tidaklah sulit. Sama seperti jika akan shalat di masjid-masjid di sekitar kita dengan selalu tetap menjaga kebersihan dan tertib saat menyimpan alas kaki.


Tempat menyimpan alas kaki

Tempat wudhu laki-laki

Tempat wudhu perempuan

Jadwal ibadah di Masjid Sultan

Bagi saya keistimewaan dari masjid Sultan selain kebersihan, keindahan dan ketertiban masjid adalah keramahan para petugas. Mereka dengan ramah menjawab setiap pertanyaan pengunjung termasuk jika ada pengunjung yang bertanya sejarah Islam. 

Memasuki area dalam masjid, terdapat perpustakaan masjid, yang berisi buku-buku sejarah Islam, kitab Al-Qur'an juga ada buletin. Ada beberapa buku yang diberikan secara gratis kepada pengunjung jika pengunjung menginginkannya.

Perpustakaan Masjid Sultan

Selanjutnya marilah kita melihat area dalam masjid, yang bagi saya memberikan kedamaian luar biasa. Masjid Sultan terdiri dari dua lantai. Lantai satu untuk jamaah laki-laki dan lantai dua untuk perempuan.

Di dalam Masjid Sultan

Tempat shalat perempuan

Tasbih bagi yang akan berwirid

Mukena bagi yang akan shalat

Al-Qur'an bagi yang ingin mengaji

 Pemandangan dari lantai dua Masjid Sultan

Perasaan haru bercampur sedih ketika banyak do'a yang saya panjatkan di Masjid Sultan. Semoga Sang Pemilik kehidupan senantiasa memberikan kesehatan sehingga saya dan keluarga bisa menikmati ciptaan Allah di belahan bumi yang lainnya.

Bagi sobat yang merasa haus setelah selesai beribadah, di area luar disediakan kran air siap minum dan itu gratis.

Kran air minum di area masjid

Di depan Masjid Sultan juga terdapat beberapa toko oleh-oleh. Bagi sobat yang ingin berburu oleh-oleh bisa berbelanja disini. 

Toko oleh-oleh di depan Masjid Sultan

Kemegahan Masjid Sultan bisa juga dinikmati malam hari. Sebelum kami jalan-jalan di daerah Bugis Street, biasanya kami mampir dulu untuk melaksanakan shalat karena hotel tempat kami menginap tidak jauh dari Masjid Sultan, sekitar 100 meter.

Masjid Sultan malam hari

Terima kasih sudah membaca tulisan ini. Semoga bermanfaat.












Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengenal Lebih Dekat Masjid Sultan, Masjid Tertua di Singapura"

Posting Komentar