Menikmati Pagi di Pusat Kota Sukabumi Jawa Barat


Mendengar nama kota Sukabumi mungkin sebagian sobat akan diingatkan kembali dengan seorang artis terkenal di Indonesia yaitu Desy Ratnasari dengan lagu Tenda Biru. Benar adanya bahwa sampai sekarang beliau berhasil membawa nama baik kota Sukabumi. 

Belakangan ini juga mungkin sobat sering mendengar pemberitaan tentang Syahrini atau yang biasa dipanggil Princess Syahrini dengan gayanya yang begitu uulaalaa.... hehehe..., nah beliau juga berasal dari kota Sukabumi. Pada kali ini tidak akan dibahas tentang artis-artis tersebut tapi ingin berbagi cerita tentang keindahan kota Sukabumi di pagi hari.

Baiklah, banyak hal yang sobat bisa lakukan saat menginjakan kaki di kota Sukabumi. Dengan wilayah yang tidak terlalu luas, hanya sekitar 4.800,231 Ha dan merupakan salah satu kota terkecil di Jawa Barat, ini akan memudahkan sobat untuk menjelajahinya.

Berjarak 120 KM dari ibukota negara (Jakarta) dan 96 KM dari ibukota provinsi Jawa Barat, membuat kota Sukabumi begitu mudah dikunjungi. Kota Sukabumi berada pada 584 meter di atas permukaan laut, menjadikan udaranya sejuk.

Di pusat kota Sukabumi ada sebuah mesjid yang sangat terkenal yaitu Masjid Agung yang menurut sejarah, pada jaman penjajahan Belanda Masjid ini bernama Masjid Agung Gunung Parang yang didirikan pada tahun 1885 di atas tanah wakaf keluarga KH. Achmad Juwaeni yang awalnya tanah tersebut milik de Wilde yang diberikan pada masyarakat untuk pendirian Mushola.

Masjid Agung Kota Sukabumi

Bagi sobat muslim yang ingin beribadah solat subuh di masjid ini, sobat akan merasakan kedamaian dan kesejukan suasana masjid. Selepas solat bisa langsung berjalan kaki mengelilingi alun-alun kota Sukabumi yang berada tepat di depan masjid. 

Jika sobat sudah mulai merasakan lapar, tidak usah khawatir walaupun langit masih gelap di depan masjid Agung ada penjual bubur ayam yang sudah mulai berjualan tepat setelah selesai solat subuh. Ternyata penggemar bubur ini sudah mulai berdatangan dari subuh. Bila diperhatikan, para pembelinya terus berganti sehingga tidak terjadi penumpukan pelanggan.

Penjual bubur ayam depan Masjid Agung

Dengan pelayanan yang ramah dan sedikit bercerita tentang kisah berjualan bubur yang sudah hampir delapan tahun, mengisyaratkan bahwa begitulah kehidupan di Sukabumi yang penuh dengan kedamaian. Satu porsi bubur ini Rp.15.000 tapi bagi saya ini terlalu banyak dan tidak mungkin habis, oleh karena itu saya membeli setengah porsi saja Rp.10.000, ini pun bagi saya sangat mengenyangkan. Alhamdulillah.

Bubur ayam 

Pada pagi hari alun-alun kota Sukabumi tampak belum begitu ramai, sehingga sangat terasa keasrian dan keindahannya. Pohon-pohon rindang dan beberapa fasilitas tertata tertib. Sebelumnya banyak sekali pohon-pohon di area masjid Agung tapi seminggu sebelum ini ada kejadian badai seperti angin puting beliung diiringi hujan lebat dan angin kencang sehingga banyak pohon yang rubuh dan beberapa fasilitas rusak. Semoga tidak terjadi lagi badai seperti itu.


Kealamian suasana masih terasa di sekitar masjid Agung. Tampak penjual ketan bakar yang lengkap dengan sambal oncomnya menanti para pembeli. Makanan khas Sukabumi tempo dulu yang masih bisa dinikmati sampai sekarang.

Ketan bakar sambal oncom

Mencari sarapan selain bubur, ketan bakar, tidaklah susah di sekitar masjid Agung. Bagi sobat yang suka roti, ada penjual roti kukus dengan aneka macam rasa dengan harga Rp.4.000 sampai Rp. 6.000 per buah. Tidaklah mahal tapi rasanya bikin ketagihan.

Roti kukus Masjid Agung

Ibadah sudah, makan sudah, waktunya berolahraga. Tidak jauh dari masjid Agung ada Lapang Merdeka yang merupakan tempat olahraga warga Sukabumi. Tampak ada yang berjalan kaki, bersepeda, bahkan juga ada yang bermain bulu tangkis. Memutari 3 keliling lapangan ini membuat badan cukup berkeringat.

Jika masih ada sisa tenaga, berjalan kakilah ke arah kotanya atau pusat perbelanjaan. Tentu saja jika hari masih gelap toko-toko belum buka, tapi itulah sensasinya. Sobat bisa merasakan betapa damainya berjalan kaki tanpa ada keramaian lalu lintas. Sobat bisa melihat bangunan yang didirikan pada zaman Belanda yaitu Kantor Pos yang didirikan pada tahun 1928 hasil rancangan arsitek Albert Fredik Aalbers dan firma Bennink & Co. Sebelum didirikan disini, kantor pos Sukabumi didirikan pada tanggal 1 Mei 1873, lalu pada tahun 1883, kantor pos beroperasi di sisi timur stasiun kereta api Sukabumi. 

Kantor Pos Kota Sukabumi

Gelap berganti terang, sobat bisa mengunjungi tempat wisata lainnya di Sukabumi. Mulai dari Selabintana yang begitu fenomenal, Pondok Halimun, Rumah Fantasi, Situ Gunung, Gunung Sunda, Karang Para, Wisata Bukit Baros (Pabrik Keju), juga pemandian air panas Cikundul. Tinggal sesuaikan saja dengan jadwal sobat selama berada di kota Sukabumi.

Selamat berlibur, semoga menyenangkan.







Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Menikmati Pagi di Pusat Kota Sukabumi Jawa Barat"

  1. Puji syukur saya panjatkan kepada Allah yang telah mempertemukan saya dengan Mbah Rawa Gumpala dan melalui bantun pesugihan putih beliau yang sebar 5M inilah yang saya gunakan untuk mepesugihanpuama ini,makanya saya sengaja memposting pesang sinkat ini biar semua orang tau kalau Mbah Rawa Gumpala bisa membantuh kita mengenai masalah ekonomi dengan bantuan pesugihan putihnya yang tampa tumbal karna saya juga tampa sengaja menemukan postingan orang diinternet jadi saya lansun menhubungi beliau dan dengan senang hati beliau mau membantuh saya,,jadi bagi teman teman yang mempunyai keluhan jangan anda ragu untuk menghubungi beliau di no 085-316-106-111 rasa senang ini tidak bisa diunkapkan dengan kata kata makanya saya menulis pesan ini biar s Ini o8om
    NYemua orang tau,ini sebuah kisa nyata dari saya dan tidak ada rekayasa sedikit pun yang saya tulis ini,sekali lagi terimah kasih banyak ya Mbah dan insya allah suatu hari nanti saya akan berkunjun ke kediaman Mbah untuk silaturahmi.Wassalam dari saya ibu Sartika dan untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah disini 😃Pesugihan Putih Tanpa Tumbal😃

    BalasHapus