Menyaksikan Pelepasan Bayi Penyu di Ujung Genteng Sukabumi


Berlibur ke pantai memang tidak pernah membosankan ya, sob. Sampai saat ini pantai masih menjadi tempat tujuan  wisata favorit sebagian besar orang. Begitupun dengan saya, bagi saya menghabiskan waktu di pantai membuat pikiran lebih tenang, badan terasa segar juga terkadang muncul ide-ide cemerlang yang sangat berguna. Saya suka memandang lautan, menikmati deburan ombak dan saya suka bertemu dengan orang di pantai. Dari orang-orang itu tidak sedikit saya mendapatkan pengalaman tentang berbagai hal. Pokoknya saya suka pantai, saya suka laut.

Pantai yang saya kunjungi kali ini adalah pantai yang ada di Ujung Genteng yang berada di kabupaten Sukabumi. Menurut saya, pantai ini sangat indah, ombaknya tidak terlalu besar juga bisa dibilang pantai di Ujung Genteng ini bersih. Mungkin karena lokasinya yang jauh sehingga tidak sembarangan orang bisa bermain ke tempat ini. Sebenarnya Ujung Genteng adalah nama tempat sedangkan nama-nama pantai di Ujung Genteng yang lokasinya berdekatan adalah pantai Aquarium, pantai Cibuaya dan pantai Pangumbahan yang terkenal dengan tempat penangkaran penyu. 

Perjalanan dari pusat kota Sukabumi membutuhkan waktu sekitar 4 jam atau jika sobat berkendara santai, memerlukan 5 jam perjalanan untuk mencapai pantai Ujung Genteng yang berada di kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Keindahan alamnya dan pasir putih membuat pantai ini begitu spesial bagi pengunjungnya.



Keunggulan pantai Ujung Genteng sehingga terus diminati wisatawan yaitu karena di pantai ini bisa menyaksikan pelepasan bayi penyu. Baiklah, karena pelepasan berlangsung dari jam 17.30, maka jika masih ada waktu, ada baiknya sobat menikmati suasana keindahan pantai yang ada di Ujung Genteng, diantaranya yaitu pantai Cibuaya, di pantai ini para pengunjung bisa bermain-main air dengan aman selama mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Di pesisir pantai ini juga sobat bisa melihat perahu-perahu nelayan yang siap dipakai untuk melaut pada malam hari juga di tepi pantai sobat bisa melihat orang-orang yang sedang memancing, katanya ikan-ikan di pantai ini tidak sulit untuk didapatkan hanya perlu bersabar saja.. Sungguh pemandangan yang indah.





Baiklah sob, kita kembali ke topik bahasan awal kita yaitu tentang penyu. Penyu yang ada di kawasan Konservasi Pangumbahan itu merupakan satwa yang harus dilindungi walaupun sudah ditangkar, karena penyu jenis hijau (farmer of the sea) yang menjaga populasi rumput laut. 

Jadwal pelepasan tukik (bayi penyu) dimulai dari jam 17.30 tapi sebelum waktu yag ditentukan, para pengunjung sudah bersiap-siap ingin melihat langsung tukik dilepaskan. Mungkin karena menyaksikan pelepasan bayi penyu adalah hal yang unik yang tidak semua orang bisa melakukannya.


Waktupun tiba, antraksi yang dinantikan dimulai, terlihat enam pegawai kawasan konservasi yang dikelola oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, membawa enam ember besar yang berisi tukik. Mereka berjalan ke tepian pantai yang sudah dipasang tali pembatas pengunjung. Pada saat enam ember tersebut ditumpahkan, para pengunjung berebut untuk melihat secara dekat tukik berjalan ke laut. Petugas konservasi menyebutkan bahwa bayi penyu itu akan kembali ke pantai Pangumbahan sekitar 20 sampai 25 tahun mendatang. Bayi penyu yang dilepas dari suatu pantai, maka akan kembali untuk bertelur ke pantai tempat dilepaskan. Begitupun tukik-tukik yang dilepaskan dari pantai Pangumbahan akan kembali lagi ke pantai Pangumbahan. Menurut para ahli, dari seribu penyu yang dilepaskan, hanya satu ekor yang akan hidup. Itulah mengapa penyu temasuk satwa yang dilindungi keberadaannya.



Induk tukik yang mendarat di pantai pangumbahan bisa lima kali bertelur, biasanya pada minggu pertama naik ke darat bertelur sekitar 60 butir telur, kemudian dua minggu kemudian meningkat menjadi 80 telur tapi bisa juga induk tukik sekali bertelur lebih dari 100. Biasanya penyu bertelur pada malam hari dan suasana harus hening, tidak berisik juga jangan ada cahaya, harus gelap. Setelah bertelur, induk penyu akan kembali ke lautan. Jika ingin menyaksikan langsung penyu bertelur, pengunjung bisa menghubungi petugas.

Telur-telur yang dikeluarkan oleh induk tukik, direlokasi oleh petugas konservasi ke tempat penetasan telur penyu dan diinkubasi. Proses dari telur sampai menjadi tukik membutuhkan waktu sekitar 46 hari. Telur penyu kebanyakan menetas pada malam hari, lalu anak-anaknya didata dan dikarantina, untuk diperiksa kesehatannya. Selanjutnya, jika sudah siap, tukik dilepaskan ke laut pada sore hari. Daya jelajah penyu sangat luas, sekitar 12 ribu mil. Menurut petugas, berdasarkan penelitian dengan memasang alumunium pada penyu sebagai tanda konservasi di Pangumbahan, Ujung Genteng, penyu yang dilepaskan sampai di Australia.




Wisata edukasi yang menyenangkan dan menambah pengetahuan tentang satwa yang dilindungi oleh pemerintah yaitu Penyu. Jika sobat ingin menyaksikan langsung penyu bertelur atau melepas bayi penyu ke lautan, sebaiknya sobat menginap di Ujung Genteng karena kalau perjalanan pulang pergi rasanya terlalu beresiko dan melelahkan. Kalau pulang malam hari dari Ujung Genteng karena jalanan yang akan dilewati menurut saya masih sepi, khawatir ada masalah dengan kendaraan, sobat sulit meminta bantuan jika sedang berada di daerah perkebunan , karena posisi rumah penduduk yang masih jarang-jarang dan penerangan di jalan pada malam hari kurang maksimal.

Bagi sobat yang ingin menikmati indahnya suasana malam Ujung Genteng, banyak hotel-hotel ditawarkan lengkap dengan fasilitas yang dibutuhkan. Tinggal lirik saja isi dompet kalian dan sesuaikan, hehehhee.....

Rute Menuju Pantai Ujung Genteng:
1. Dari Jakarta
Ciawi --> Cicurug --> Cibadak --> Cikembang --> Warungkiara --> Pelabuhanratu --> Jampang Kulon --> Surade --> Ujung Genteng.

2. Dari Bandung
Bandung --> Cianjur --> Sukabumi --> Jampang Tengah --> Jampang Kulon --> Surade --> Ujung Genteng.

Terima kasih sudah membaca artikel ini. Semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Menyaksikan Pelepasan Bayi Penyu di Ujung Genteng Sukabumi"

  1. Puji syukur saya panjatkan kepada Allah yang telah mempertemukan saya dengan Mbah Rawa Gumpala dan melalui bantun pesugihan putih beliau yang sebar 5M inilah yang saya gunakan untuk mepesugihanpuama ini,makanya saya sengaja memposting pesang sinkat ini biar semua orang tau kalau Mbah Rawa Gumpala bisa membantuh kita mengenai masalah ekonomi dengan bantuan pesugihan putihnya yang tampa tumbal karna saya juga tampa sengaja menemukan postingan orang diinternet jadi saya lansun menhubungi beliau dan dengan senang hati beliau mau membantuh saya,,jadi bagi teman teman yang mempunyai keluhan jangan anda ragu untuk menghubungi beliau di no 085-316-106-111 rasa senang ini tidak bisa diunkapkan dengan kata kata makanya saya menulis pesan ini biar s Ini o8om
    NYemua orang tau,ini sebuah kisa nyata dari saya dan tidak ada rekayasa sedikit pun yang saya tulis ini,sekali lagi terimah kasih banyak ya Mbah dan insya allah suatu hari nanti saya akan berkunjun ke kediaman Mbah untuk silaturahmi.Wassalam dari saya ibu Sartika dan untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah disini 😃Pesugihan Putih Tanpa Tumbal😃

    BalasHapus